Lihat sebelum menghujat


Install APK purjianto
Jika sekedar melihat dan tidak mendekat jangan ucapkan kalimat apa lagi menghujat.
Jika sekedar mendengar dan tidak melihat jangan ucapkan kalimat apa lagi menghujat.

Sangatta Kutai Timur - Dua kalimat diatas yang selalu menjadi pemikiran saya, kenapa saya memikirkan dua hal tersebut? Sekarang sedang trend membicarakan tentang keadaan negara ini, contohnya beberapa orang yang ada di lingkungan saya, mereka senang sekali membicarakan tentang keadaan Indonesia akhir-akhir ini.

Baca Juga : Kursus online dan belajar online di babastudio

Apakah dengan kita membicarakannya ada manfaatnya? Bukan kah kita harus bertindak dari hal yang kecil, seperti berfikir positif, mengerjakan tugas kita dari pada membicarakan orang lain apa lagi kita belum pernah melihatnya secara langsung, hanya dari media Televisi, Facebook dan berita di koran.

Jika pekerjaan anda petani ya urus ladang, jika anda nelayan ya urus kapal, jika anda pedagang ya urus dagangan biar pelanggan senang berbelanja di warung anda. Semua akan berjalan normal dan apa yang anda pikirkan tentang keadaan sekarang tidak rumit.

Untuk menghasilkan nasi satu biji saja perlu pengorbanan yang luar biasa :

  • Harus membajak sawah
  • Harus memilih padi yang bagus
  • Menyebar benih agar bisa tumbuh
  • Mananam benih yang sudah tumbuh’
  • Mencabut rumput yang tumbuh di sela-sela padi
  • Harus memberi pupuk
  • Memanen
  • Menjemur padi sebelum di giling
  • Menumbuknya agar jadi beras
  • Mencuci beras sebelum di masak
  • Baru jadi nasi

Silahkan di cerna secara logika jika satu petani ikut memikirkan perkembang terbaru sekarang, bagaimana cara mereka menghasilkan nasi yang kita makan? Dan yang lebih miris lagi jika seorang GURU juga ikut memikirkan keadaan sekarang, tentu dia tidak akan fokus lagi memberikan pelajaran apalagi menularkan ILMU ke murid mereka.
Lihat sebelum menghujat
Lihat sebelum menghujat
Jadi, jalani apa yang ada di depan kita saat ini jangan berpikir terlalu jauh apalagi yang kita pikir ada di Jakarta sana, ke Kota Jakarta saja tidak pernah kok mau memikirkan keadaan Kota Jakarta.

Sudah ada yang memikirkan negara ini, jika tidak suka, apa yang kalian tidak suka dari mereka? Jika ingin berbuat untuk negara ini silahkan tunjukkan kemampuan kalian dan jika kemampuan kalian memang untuk memikirkan negara ini tentu nanti kalian akan menjadi pejabat yang ikut memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan seperti yang kalian ingin kan.

Ini sekedar contoh yang bisa kita jadikan pelajaran dalam kehidupan.

Contoh :

Ada dua orang disuruh melihat satu "MOTOR" lalu kita tanya ke mereka berdua, "APA YANG KAMU LIHAT DARI MOTOR ITU?" ada yang jawab "MOTOR ITU BAGUS" dan ada yang jawab " MOTOR NYA KURANG BERSIH"

Itu baru dua orang dengan satu motor, apalagi jika seribu orang disuruh menilai suatu wilayah, apa yang kalian dapat?

0 comments