Made Dwi Lepas King Kobra ke Kebun Sawit, Minta Maaf Atas Postingannya


Install APK purjianto
Warganet sempat dihebohkan potret ular kobra yang diperlihatkan di akun Facebook, Made Dwi Sudarmawan. Jumat pagi ini (23/3/2018), ular tersebut dibebaskan kembali ke hutan.

"Dokumentasi sesaat sebelum potret ular yang kami unggah kemarin kami lepaskan kembali. Dan sekadar informasi kami tidak memiliki akun instagram," tulis Made di kedudukan Facebooknya sesaat yang lalu.

Sebelumnya, sebanyak pihak menyorot potret Made Dwi Sudarmawan dengan King Kobra tersebut. Maklum, populasi ular jenis ini paling terbatas. Jika ditangkap, lagipula sampai dibunuh, populasinya makin berkurang.

Made Dwi Lepas King Kobra ke Kebun Sawit

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Foto ular itu bukan bermaksud memviralkan. Tetapi ular tersebut kami amankan sebab ular itu berkeliaran di dekat pemukiman penduduk sehingga menciptakan warga selama gelisah. Dan rencananya bakal kami lepaskan ke alam binal kembali yang jauh dari pemukiman," tulis Made pada Kamis (22/3/2018).


Janji itu diperlihatkan pagi ini. Made memposting potret dirinya bareng dua rekannya di suatu perkebunan sawit.

Minta Maaf Atas Postingannya, Made Dwi Lepas King Kobra ke Kebun Sawit
Foto sesaat sebelum king kobra dilepas pulang ke alam. (FOTO: FACEBOOK/MADE DWI SUDARMAWAN)

Aktivis penyuka ular dan Ketua Yayasan SIOUX Aji Rachmat berasumsi ular yang viral tersebut terlihat tak agresif. Dari identifikasi tersebut dia menyinggung bahwa ular berjenis king kobra dapat dijamin ular peliharaan.

"Itu posisi ular tidak mengindikasikan marah atau terganggu, jadi dia merasa nyaman dipegang," kata Aji laksana dikutip dari Dream, Kamis (22/3/2018).

Made Dwi Lepas King Kobra ke Kebun Sawit, Minta Maaf Atas Postingannya
Berdasarkan keterangan dari Aji king kobra yang telah dipelihara semenjak kecil tidak mudah binal lagi. Tetapi, kata Aji, andai ular king kobra diciduk ketika telah dewasa, insting liarnya masih barangkali kembali muncul. Aji bercerita, ular king kobra biasa memakan ular pithon.

"Dia ular pemakan ular. Dan ular yang dimakannya mendekati besar badannya," ujar Aji. Di alam liar, katanya, king kobra adalahpenjaga ekuilibrium populasi ular.

Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI, Amir Hamidy menuliskan king kobra sebenarnya berada di puncak rantai makanan. "Sehingga, jumlahnya tidak terlampau banyak," ujar Amir.

Amir menyinggung tak terdapat aturan yang tidak mengizinkan pengambilan ular ini di alam. Tetapi, king kobra dikategorikan sebagai Apendiks II Cites. "Artinya pemungutan dari alam diizinkan tetapi kuotanya ditata secara ketat," kata Amir.

Amir menuturkan king kobra sejatinya mempunyai keunikan. Di samping memangsa sesama ular, king kobra pun kerap mengerjakan pertarungan jelang perkawinan. Jika perkawinan terjadi, king kobra betina mempunyai kesetiaan terhadap king kobra jantan.

"Jika king kobra betina sudah ditembus kobra jantan, dia akan menampik perkawinan," ujar Amir.

Di samping itu, perilaku defensif king kobra bisa dipelajari dengan saksama. Perilaku berikut yang sering menjadikan kobra dipakai dalam permainan debus. Meski begitu, Amir menuturkan, king kobra tetap berbahaya. Sebab, ular ini bisa mengatur terbit atau tidaknya dapat pada gigitan.

Bisa king kobra dikenal membunuh insan dalam hitungan menit. Amir menuliskan di Indonesia antibisa king kobra tidak diproduksi. Indonesia mesti impor antibisa king kobra dari Thailand.

0 comments